靈修 Renungan 23042026


印尼第一任總統Sukarno曾經說過,五項原則(Pancasila)可以濃縮為三項原則(Trisila),再濃縮為一項原則(Ekasila),而他認為這個核心就是「互助合作」(Gotong Royong)。

不僅如此,耶穌基督也對我們一切宗教行為的核心作出了極其重要的總結與說明。猶太人非常重視並遵行律法(Taurat),但他們往往忽略了遵行律法的本質與動機,那就是「愛」。

遵行律法與履行宗教義務,不是為了義務本身或宗教儀式,而是出於對上帝的愛以及對他人的愛的具體表現。若沒有愛,那麼一切宗教儀式與行為都是空洞、沒有意義的。

Dulu Soekarno, presiden pertama RI pernah menjelaskan  Pancasila dapat diperas menjadi Trisila dan diperas lagi menjadi Ekasila yang dia sebut inti dari Pancasila adalah gotong royong.

Lebih dari itu, Yesus memberikan satu penjelasan dan kesimpulan yang sangat penting mengenai apa inti dari segala tingkah laku keagamaan kita. Orang Yahudi sangat mementingkan dan menjalankan taurat tetapi mereka lupa apa esensi dan motivasi menjalankan taurat yaitu kasih.

Melakukan Taurat dan kewajiban agama bukan demi kewajiban dan ritual tersebut tetapi adalah perwujudan kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama. Tanpa kasih maka segala ritual dan tingkah laku keagamaan kita adalah kosong adanya. #tw