靈修 Renungan 26042026
「虛空的虛空,凡事都是虛空。」這句話並不是出自一個一無所有、失敗者的口中,而是來自以色列的王——所羅門。他是一位曾經達到並享受世上一切榮華的人。他擁有極大的財富、眾多的妻子,也因著非凡的智慧而受人尊崇。
然而,當他將人與人互相比較時,他卻說一切都是空虛、都是虛空。之所以虛空,是因為人的生命裡沒有上帝;之所以虛空,是因為一切都是短暫的;之所以虛空,是因為終將被遺忘。
因此,在第十二章,也就是最後一章,他勸勉我們要從年輕的時候就認識上帝,並且行在祂的道路上,這樣我們的人生就不會虛空。上帝才是人生命的源頭,也是人生的目標與意義。 #tw
“Kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia”, ini bukan perkataan dari seorang pecundang yang tidak memiliki apa apa dan gagal tetapi dari Salomo, yang adalah raja Israel. Seorang yang telah mencapai dan menikmati segala kesenangan hidup. Dia mempunyai kekayaan yang begitu besar, isteri yang sangat banyak, dipuja karena hikmat yang luar biasa.
Tetapi ketika dia membandingkan antara satu manusia dgn lainnya, maka dia mengatakan semuanya kosong dan sia sia. Sia sia karena tidak ada Tuhan di dalam hidup manusia. Sia sia karena semua bersifat sementara. Sia sia karena akan dilupakan.
Maka di dalam pasal 12, pasal terakhir, dia menyarankan agar biarlah sejak muda, kita harus mengenal Tuhan dan berjalan mengikut Nya maka hidup kita tidak akan sia sia. Tuhan lah sumber hidup dan tujuan dan makna hidup manusia. #tw
